Channel Digital Marketing, Solusi Jangkau Customer Baru

Admin

16 Nov 2022

Channel Digital Marketing, Solusi Jangkau Customer Baru

Internet menjadi pusat informasi bagi masyarakat. Informasi tentang apa saja, ya carinya di internet. Mau makan apa, searching di internet dulu. Mau liburan ke mana, ya cari informasi tentang tempat wisata di internet. Bisa dibilang internet sebagai sumber informasi utama. Oleh karena itu, pelaku bisnis dapat memanfaatkan channel digital marketing untuk menjangkau konsumen lebih luas. Ada banyak jenis channel digital marketing. Satu jenis channel dengan jenis lainnya memiliki karakteristik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan. Mana yang lebih baik? Inilah 5 channel digital marketing untuk menjangkau konsumen.

Search Engine Optimization (SEO)

Adalah channel digital marketing yang mengandalkan optimasi pada mesin pencarian. Sudah sewajarnya pelaku bisnis memiliki website sendiri untuk memperluas skala pemasaran produk dan jasanya. Namun, memiliki situs website dengan desain menarik saja tidak cukup, dibutuhkan SEO di dalamnya.

Dengan menggunakan SEO, dapat meningkatkan viewers yang potensial. Hal tersebut didukung dengan kondisi saat ini, yaitu hampir semua kalangan masyarakat mengandalkan mesin pencarian untuk menermukan berbagai hal yang mereka inginkan. Penerapan SEO berfokus untuk mendapatkan trafik yang tinggi dan hasil pencarian organik. Jika mampu memanfaatkan SEO dengan baik, halaman website Anda berpeluang berada di posisi paling atas di halaman pencarian Google. Tentu saja ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan promosi penjualan.

Namun, tidak mudah untuk meraih posisi teratas dalam sebuah mesin pencarian. Untuk itu, dibutuhkan teknik dan strategi SEO. Secara umum, SEO dibedakan menjadi dua jenis, yaitu SEO On Page yang berfokus pada konten yang Anda buat dan SEO Off Page yaitu optimasi mesin pencarian dari luar konten website.

Search Engine Marketing (SEM)

Pemasaran dengan menggunakan metode SEM dapat dikatakan sebagai “membeli” traffic karena perlu membayar mesin kepada mesin pencarian seperti Google. Dengan menggunakan SEM, pebisnis dapat meningkatkan kemungkinan calon konsumen mengunjungi website bisnis.

Cara kerja SEM sebenarnya hampir sama dengan SEO. Yang membedakan adalah SEM berbayar dan SEO tidak berbayar. Dalam menggunakan SEM, iklan memilih beberapa kata kunci yang berkaitan dengan produk atau jasa yang dijual. Jadi ketika orang mencari kata kunci itu, mesin pencarian akan menampilkan di hasil pencarian berbayar. Iklan SEM sangat mudah ditandai dengan adanya tanda “Iklan” atau “Ads.”

Email Marketing

Metode ini memang terlihat lebih tradisional dibandingkan lainnya. Email marketing berbeda dengan social media marketing yang bisa membuat orang langsung mengomentari produk yang diberikan. Meski demikian, email marketing masih banyak digunakan. Teknik ini lebih tepat untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan email marketing, penjual bisa merebut hati pelanggan dan membuat mereka lebih setia. Jika pelanggan sudah setia, mereka pastinya akan menunggu-nunggu email datang. Email marketing jadi penting karena memiliki potensi akuisisi konsumen baru yang lebih besar dibandingkan lainnya. Ada survey mengatakan keberhasilan akuisisi konsumen baru pada email marketing mencapai 81%, jauh lebih besar dibandingkan social media marketing yang hanya 51%.

Social Media Marketing

Namanya juga social media marketing, metode ini menggunakan media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Dengan menggunakan media sosial, proses marketing dapat dilakukan lebih menyenangkan apalagi saat ini semakin banyak orang menggunakan media sosial.

Ada beberapa keuntungan menggunakan media sosial sebagai alat marketing, antara lain meningkatkan brand awareness, mendapatkan feedback produk dan strategi pemasaran, serta mempelajari kompetitor.

Affiliate Marketing

Bisa dikatakan pemasaran afiliasi, yaitu proses penawaran atau promosi produk menggunakan jasa afiliasi profesional. Metode ini cocok bagi penjual yang enggan melakukan pemasaran sendiri karena proses rumit. Mereka membutuhkan jasa afiliasi untuk menawarkan produknya kepada konsumen yang sesuai target pasar.

Sistem affiliate berbeda dengan sistem reseller. Dengan sistem affiliate, marketer akan menjual produk atau jasa dari sebuah brand tanpa syarat apa pun. Komisi seorang affiliate pun biasanya berkisar pada 20% hingga 40% sesuai dengan total produk yang terjual. Sementara itu, sistem reseller menjual produk atau layanan dengan syarat kita membeli produk tersebut. Namun, komisi reseller lebih besar dibandingkan affiliate, yaitu sekitar 30% hingga 80%.

Ada banyak channel digital marketing yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan Anda menggunakan metode yang tepat agar memberikan keuntungan besar. Jangan khawatir soal itu, karena HARTS siap membantu bisnis Anda. Hubungi kami segera!